Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau pengerjaan drainase U-Ditch di Jalan Pasar 1, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, yang ditujukan untuk memperlancar aliran air kawasan permukiman, Selasa (29/09/2026). (kompas7.id/Foto: Ist)
MEDAN, kompas7.id – Penanganan persoalan banjir di Kelurahan Cinta Damai, Kota Medan, mulai memasuki tahap pembangunan infrastruktur. Pemerintah Kota Medan mengerjakan saluran drainase U-Ditch di Jalan Pasar 1 yang berbatasan dengan tembok Komplek Bumi Asri, Selasa (29/9/2026).
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung meninjau pekerjaan tersebut. Peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan pembangunan sekaligus memastikan pengerjaan saluran air berjalan sesuai rencana.
Pembangunan drainase ini menjadi perhatian warga karena kawasan tersebut selama bertahun-tahun menghadapi persoalan genangan saat hujan deras. Berdasarkan keterangan pemerintah dan warga, lebih dari 1.800 Kepala Keluarga (KK) berada di kawasan yang diharapkan memperoleh dampak dari pembangunan tersebut.
Rico Waas menjelaskan, saluran drainase yang dibangun memiliki ukuran lebar 160 sentimeter dengan panjang sekitar 670 meter. Saluran tersebut dirancang untuk mengalirkan air menuju sungai sehingga diharapkan dapat mengurangi genangan di sejumlah lingkungan.
"Berdasarkan laporan yang kami terima, jika terjadi hujan deras, air bisa masuk ke rumah warga hingga setinggi pinggang hingga dada. Ini sangat mengganggu kenyamanan warga. Tahun ini kami bangun u-ditch sepanjang 670 meter yang akan bermuara ke sungai Bendera Harapannya, langkah ini bisa mereduksi banjir secara signifikan di Komplek Bumi Asri serta Lingkungan 1 dan Lingkungan 7 Kelurahan Cinta Damai," ujar Rico Waas.
Menurut Rico, pengerjaan saluran drainase tersebut ditargetkan selesai pada akhir tahun. Pemerintah Kota Medan juga melakukan koordinasi dengan warga terkait bangunan yang berada di atas saluran air serta penataan tempat peternakan yang disebut tidak sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwal).
"Pembangunan ini tidak bisa berdiri sendiri. Ini hasil kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat yang saling mendukung. Warga yang bangunannya berada di atas drainase juga telah sepakat untuk dibongkar demi kelancaran aliran air," tegas Rico Waas
Pembangunan saluran tersebut mendapat sambutan dari warga. Herman Syah, pengurus Komplek Bumi Asri, mengungkapkan apresiasinya terhadap langkah Pemko Medan yang mulai merealisasikan pembangunan drainase di kawasan tersebut.
"Kami mengucapkan sujud syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya. Sudah beberapa periode kepemimpinan wali kota, baru di tangan Pak Rico eksekusinya benar-benar terealisasi. Ini sangat berarti bagi kami," ungkap Herman.
Herman sebelumnya juga menggambarkan harapan warga terhadap penanganan persoalan banjir yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
"Sudah beberapa kali ganti wali kota, baru di tangan Pak Rico Waas eksekusinya benar-benar nyata."
Menurut Herman, persoalan genangan selama hujan menjadi salah satu kondisi yang dikhawatirkan masyarakat di kawasan tersebut. Karena itu, pembangunan drainase dinilai menjadi langkah yang dinantikan warga.
Retno, warga Kelurahan Cinta Damai, juga menyampaikan apresiasi terhadap pembangunan saluran air tersebut. Ia mengatakan persoalan genangan telah dirasakan warga sejak masa pandemi COVID-19 dan menyebut pembangunan perumahan serta alih fungsi lahan di sekitar kawasan turut menjadi latar belakang persoalan yang dirasakan warga.
"Pengerjaan drainase ini bagus, untuk mengurangi banjir agar tidak parah lagi. Kami bersyukur Pemko Medan turun tangan," ungkap Ibu Retno saat ditemui di lokasi peninjauan.
Di sisi teknis, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Hardy Sibarani, menyebut konstruksi drainase menggunakan beton U-Ditch berukuran 160 x 160 sentimeter.
Hardy menjelaskan saluran tersebut dibangun untuk meningkatkan kapasitas aliran air sekaligus memperlancar pembuangan menuju Sei Badera.
"Pembangunan drainase di Pasar I ini sepanjang 672 meter dengan Konstruksinya menggunakan U-Ditch ukuran 160 x 160 cm hingga ke belakang Kodam," ujar Hardy Sibarani.
Keterangan mengenai panjang saluran tersebut berbeda dengan angka yang sebelumnya disampaikan Rico Waas, yakni 670 meter. Kedua angka tersebut dicantumkan berdasarkan keterangan masing-masing narasumber.
Dalam proses pengerjaan, Hardy mengungkapkan masih terdapat persoalan pembebasan lahan di sepanjang jalur permukiman warga dan bantaran rel.
Menurut Hardy, pemerintah telah menyiapkan langkah koordinasi dengan warga terkait kebutuhan pembebasan lahan tersebut. Ia menyebut Wali Kota Medan telah menginstruksikan penerbitan surat imbauan kepada masyarakat.
"Setelah lahan nantinya dinyatakan bebas, tim kami dari Dinas SDABMBK akan langsung melakukan normalisasi hingga ke titik Sei Badera," tambahnya.
Pemerintah Kota Medan menargetkan pembangunan drainase tersebut selesai pada akhir tahun. Setelah pekerjaan dan tahapan pendukung lainnya berjalan, saluran tersebut diharapkan mampu memperlancar aliran air dari kawasan permukiman menuju sungai.
Bagi warga Cinta Damai, pembangunan drainase menjadi perhatian karena berkaitan dengan kondisi lingkungan dan aktivitas masyarakat ketika hujan deras. Dengan pembangunan tersebut, masyarakat berharap persoalan genangan yang selama ini dikeluhkan dapat berkurang.

Posting Komentar untuk "Banjir Cinta Damai Jadi Sorotan, Pemko Medan Bangun Drainase 670 Meter untuk 1.800 KK"