Medan || Di sudut ruang berdiri lelaki smart looking berkacamata fokus dengan bingkai foto di hadapan dengan penuh kerinduan mendalam. Kebisuan itu merasuki hingga tak kuasa kristal bening lepas mengalir satu persatu.
"Begitu rindunya Rico Tri Putra Bayu Waas kepada sang kakek Letnan Jacob Waas seorang pejuang pada masa itu, bersama teman seperjuangan sekaligus ajudan Pahlawan Nasional Letjen Jamin Gintings saat melawan Belanda di Tanah Karo dan Sumatera Utara masa revolusi sekitar tahun 1947, dan hubungan sejarah itu ingin dikuatkan Rico Waas menjadi sebuah ikatan agar ditabalkan menjadi merga (marga) Ginting Suka," tukas Edison Ginting, mengurai sejarah latar belakang sehingga Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas ingin ditabalkan menjadi merga Ginting Suka, kepada wartawan di Medan, Rabu 4 November 2026.
Rico Waas, lanjutnya, Mburo Ate Tedeh Kakek Letnan Jacob Waas bersama Letjen Jamin Gintings, berjuang melawan Belanda tahun 1947 merupakan momen yang wajib diapresiasi seluruh warga Tanah Karo dan Suku Karo seluruhnya. Rico Waas merasa dengan ditabalkan dirinya menjadi Merga Karo, terobatilah kerinduannya, sekaligus mengukuhkan dirinya, istrinya dan keluarganya adalah bagian dari Karo itu sendiri. Sehingga diputuskan ikatan itu mengikat selamanya bahwa Rico Waas dan Keluarga, separoh nafas, bagian dari Karo. Dan berbahagialah warga Tanah Karo dan Suku Karo umumnya, Wali Kota Medan adalah separoh dari Karo.
Persiapan pelaksanaan Mburo Ate Tedeh telah rampung. Ajang ini meluas menjadi temu kangen dan lepas kerinduan masyarakat Karo dengan Wali Kota Medan Rico Waas yang akan digelar di Gedung PKK Kota Medan, Sabtu (17/11/26), mulai pukul 15.00 WIB. Acara ini juga dirangkaikan dengan prosesi penabalan merga kepada Rico Waas dan Istrinya Airin Rico Waas.
Ketua Panitia Mburo Ate Tedeh Muhammad Edison Ginting didampingi Sekretaris Harry Indrawan Tarigan memastikan seluruh persiapan telah dilakukan dengan baik dan cermat demi kesuksesan kegiatan tersebut.
Selain dihadiri masyarakat, acara ini direncanakan turut dihadiri sejumlah kepala daerah dari kalangan masyarakat Karo, anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Sumatera Utara, DPRD Kota Medan, tokoh adat serta cendikiawan Karo.
"Mburo Ate Tedeh bukan sekedar ajang temu kangen, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaran dan kebersamaan masyarakat Karo. Kami ingin melalui kegiatan ini, ikatan kekeluargaan dan kecintaan terhadap adat serta budaya Karo semakin kuat," pungkas Ginting.
Dalam prosesi adat tersebut, Rico Waas akan ditabalkan sebagai merga Ginting Suka dengan bebere Tarigan, dan Airin Rico Waas akan ditabalkan sebagai beru Sembiring Pelawi bebere Karo Sekali Suka Piring.
"Hubungan sejarah antara Letnan Jacob Waas dan Letjen Jamin Gintings menjadi salah satu latar belakang penabalan merga ini. Kami ingin mengenang sekaligus menghormati ikatan persaudaraan dan perjuangan yang telah terjalin sejak masa itu," jelasnya.
Kegiatan Mburo Ate Tedeh juga akan diisi berbagai rangkaian adat dan budaya Karo. Mulai dari penampilan alat musik tradisional, prosesi adat, tradisi adu pengantin yang melibatkan tarian dan nyanyian, hingga manuk sangkep atau makan nasi bersama.
"Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Karo kepada masyarakat luas, terutama generasi muda. Untuk itu, kami dari panitia berharap kepada semua masyarakat Karo se Kota Medan untuk hadir dalam rangka meningkatkan tali silaturahmi sesama orang Karo," ungkap Ginting sambil mengakhiri pertemuan itu.
[k7.id nell]
