Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page



MEDAN | kompas7.id|| Sejumlah pedagang kali lima (PKL) yang biasa berjualan makanan di Jalan RA Kartini samping kantor Gubernur Sumut atau yang lebih dikenal Warkop Aspar, mulai Senin (14/2/2022) dipindahkan ke lokasi yang baru.


Pedagang kini bisa berjualan di dalam gedung kantin komplek kantor Gubernur Sumut. Kantin tersebut selesai dibangun pada akhir tahun lalu.


Pemindahan tersebut mendapat apresiasi dari para pedagang. Bahkan ucapan terima kasih, khusus mereka sampaikan kepada Gubernur Edy Rahmayadi dan Kepala Biro Umum Pemprov Sumut, Mahfullah Daulay.


"Kami pedagang kali lima yang selama ini berjualan di atas parit, bersyukur dan berterima kasih banyak kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. Terlebih lagi pak Kepala Biro Umum yang selama ini berjualan kaki lima, kalau hujan, banjir, air parit meluap, kena panas dan hujan," ujar salah seorang pedagang, Ade, Senin.


Menurutnya, selama kurang lebih 20 tahun berjualan, baru kali ini mendapat perhatian dari Pemprov Sumut dan mendapat tempat yang layak.


"Kami selama ini kan kurang diperhatikan. Semenjak pak Edy Rahmayadi menjadi Gubernur, disuruh pindah ke dalam, dibuatkan kantin, khusus pedagang yang di Jalan Kartini, yang di atas parit," ucapnya.


Senada, Butet mengaku, kini dirinya dan pedagang lain mendapatkan tempat yang layak untuk berjualan mencari nafkah. 


Sebab, selama 15 tahun berjualan, belum pernah mendapat perhatian seperti yang mereka terima saat ini.


"Kami dari pedagang kaki lima yang Jalan Kartini mengucapkan, alhamdulillah, banyak sebanyak banyak. Karena dimana kami tadi tidak berdaya, kami sekarang bermartabat dan harga diri kami dinaikkan," kata Butet.


"Jadi kami di sini mengucapkan ribuan terima kasih, semoga bapak mudah mudahan selalu diberikan kesehatan, dan selalu di bawah lindungan Allah SWT," tambahnya.


Sementara itu, lokasi berjualan pedagang di Jalan RA Kartini, sejak Sabtu (12/2/2022) lalu telah dibongkar. Tidak ada lagi pedagang yang berjualan di tempat tersebut. (nes)

Leave A Reply