Gawat! Jl T.Bongkar 8 Tidak Semua di Beton, Terkuak di Sosper Dodi Robert Simangungsong, SH

 

Foto : Dodi Robert Simangungsong, 


Medan  ||  Dodi Robert Simangungsong, SH selaku anggota dewan DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Demokrat, menggelar sosialisasi  Peraturan Daerah No.6 tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan. Acara tersebut digelar di Jalan Mandala By Pass, No.77 Tempat Penitipan Mobil Reborn, Kelurahan Tegal Sari Mandala I, Kecamatan Medan Denai, Medan. 

Hadir dalam Sosper Dodi Robert Simangungsong, SH diantaranya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, diwakili oleh, Ibnu Trisna Dwinasa, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Medan yang diwakili oleh, Malim Indra Utama dan Erwin Harahap, Camat Medan Denai yang diwakili oleh, Fairuddin Maxdjrul, Lurah Tegal Sari Mandala I yang diwakili oleh, Pemri Siregar dan Tokoh Agama setempat yang diwakili oleh Ani Simbolon beserta Kepling Lingkungan V, Darwis Siregar. 

Sosialisasi Peraturan Daerah Kota Medan No.6 tahun 2015 tentang Persampahan ini sangat penting untuk diangkat, namun yang paling penting bahwa Sosper ini adalah sebuah ajang silaturahmi dan dapat lebih dekat lagi dengan masyarakat konstituen beserta permasalahannya. 

"Ajang Sosper ini adalah silaturahmi, dengan adanya sosialisasi ini, disamping Sosialisasi perda itu sendiri, kita bisa lebih dekat satu sama lain dan segala permasalahan apapun yang ada di dapil saya, mudah-mudahan akan saya tindaklanjuti," pungkas Dodi Robert Simangungsong, SH yang juga Wakil Bendahara DPW Partai Demokrat Sumut ini dalam membuka Sosialisasi Perda No. 6 tahun 2015 tentang Persampahan. 


Di sosper Dodi Robert Simangungsong ini, terkuak, adanya keluhan masyarakat terkait pembetonan badan jalan di Jalan Tangguk Bongkar 8 yang disinyalir dibeton hanya kira-kira 3/4 persen saja, sisanya, sampai hari ini belum ada tanda-tanda pembetonan kembali. Dan hal itu terungkap langsung dari warga bernama Mangapon Simangungsong yang tinggal di Jalan Tangguk Bongkar 8 No.33 Medan. 

"Pas kali di depan rumahku itu, putus pula pembetonan badan jalan itu. Kan gawat, karena jika hujan turun banjirlah rumah kami, baik deras maupun ringan," tukasnya berharap, agar adiknya itu yang anggota dewan, dapat membantu permasalahannya. 


Begitu juga dengan warga Jalan Menteng 7 Gang Bersama, Rosmauli Boru Hutabarat, yang mengeluhkan langsung kepada Dodi Robert Simangungsong, bahwa gang masuk kerumahnya tidak pernah tersentuh pembangunan drainase, pengaspalan maupun pembetonan, apabila masuk kerumahnya ke jalan Gang Bersama tersebut, badan jalannya sangat rusak. 

"Kita berharap bapak anggota dewan pak Dodi Robert Simangungsong, SH bisa membantu permasalahan yang kami alami, karena akses masuk kami ke gang tersebut selalu tersendat tidak lancar," ujar Rosmauli Boru Hutabarat. 

Selanjutnya, permasalahan warga itu langsung dijawab oleh yang mewakili Camat Medan Denai, Fairuddin Maxdjrul. Fairuddin terkait hal itu mengatakan bahwa keluhan warga tersebut akan kita catat sebagai masukan dan akan kita ajukan di Musrembang tahun ini atau tahun depan. 

"Kita akan menampung keluhan warga tersebut dan akan kita usulkan di Musrembang tahun ini, untuk anggaran tahun 2024 nanti. Jika tidak masuk juga, di tahun berikutnya akan kita usulkan lagi. Akan kita atensi permasalahan ini, dan itu dicatat ya," pungkasnya sambil memberi aba-aba kepada pihak kelurahan, agar dicatat, yang saat itu duduk disampingnya.



Sementara terpisah, awak media inipun meninjau ke rumah warga yang bernama Mangapon Simangungsong, yang mengatakan di Sosper Dodi Robert Simangungsong bahwa sampai titik, batas depan rumahnya, tidak ada lagi pembangunan pembetonan jalan. 

Setiba, awak media ini di kediaman Mangapon Simangungsung, Jalan Tangguk Bongkar 8, terlihat ada dua wanita yang satu separoh baya dan yang lain belum begitu tua, yang kemudian diketahui bahwa wanita paroh baya itu adalah istri Mangapon Simangungsong, Rosdiana Boru Siahaan dan Toriana Boru Lubis, tetangga sebelah Mangapon Simangungsong, yang bersebelahan langsung dengan rumahnya. 

Toriana boru Lubis yang mengetahui akan diliput oleh awak media, langsung merespon dan membeberkan duduk persoalannya. 


"Kenapa tidak semua, sepanjang jalan Tangguk Bongkar ini dibeton, yang panjangnya kira-kira kurang lebih 687 meter, yang telah dibeton berkisar 400 meter dan selebihnya sisanya, itulah termasuk badan jalan depan rumah kami yang belum dibeton. Pertanyaan itu selalu membebani pikiran kami. Kami tidak tahu lagi mau mengadu kepada siapa, syukurlah ada sosper di sekitar sini anggota dewan yang marga Simangungsong juga, dengan harap sangat, kami memberitahu keluhan kami ini kepadanya, melalui bapak Mangapon, dan hal ini tidak bisa dibiarkan, karena saat hujan turun, banjirlah dan air hujannya masuk ke rumah kami semua," tukas istri Loris Tobing ini sambil berharap permasalahannya ditanggapi. 



Kemudian selanjutnya media ini pun menginvestigasi keluhan warga yang sampai hari ini tidak pernah tersentuh dari pembangunan drainase, pengaspalan maupun pembetonan, di Jalan Menteng VII Gang Bersama. Pantauan awak media ini pun terlihat bahwa gang Bersama ini saat melintasinya sangat menantang karena banyak bebatuan dan badan jalan yang rusak. 


"Beginilah badan jalan Gang Bersama ini, kita juga berharap bapak Dodi Robert Simangungsong dapat memberikan solusi atas permasalahan terkait hal ini, karena sampai saat ini gang kami ini, belum tersentuh pembangunan, baik drainase, pengaspalan maupun pembetonan. Juga disamping itu, ada satu hal lagi yang mengganggu penglihatan dan akses masuk kami ke gang Bersama ini, yakni, adanya masih terpancak tiang telkom yang sudah tidak berfungsi lagi, dan kami ingin tiang telkom tersebut dicabut saja," urai Pdp. Adi S Harianja, yang bekerja sebagai Pelayan Tuhan di GBI, dan penanggungjawab kedua, setelah Rosmauli Boru Hutabarat, saat dikonfirmasi terkait permasalahan pembangunan drainase di kediamannya di Jalan Menteng VII Gang Bersama, Selasa (20/6/23). 



Terpisah, hal ini dikonfirmasi kembali kepada Dodi Robert Simangungsong hal kebenaran hasil investigasi atas keluhan warganya tentang pembetonan jalan  yang sepihak dan pembangunan drainase yang tak kunjung menjadi program Dinas PU. 

"Kita meminta kepada Dinas SDA PMBK (PU) untuk melanjutkan pembetonan Jalan Tangguk Bongkar 8, yang panjangnya kurang lebih berkisar 687, yang dibeton baru berkisar kurang lebih 400 meter, sisanya silahkan dilanjutkan oleh Dinas SDA PMBK," terangnya kepada media ini, Rabu sore (21/6/23). 

Begitu juga, lanjutnya, yang di Jalan Menteng VII Gang Bersama, kita juga meminta kepada Dinas PU agar membangun drainase di alamat tersebut. Dan hal ini memang sudah semestinya tanggung jawab pihak Pemko Medan, khususnya Dinas SDA PMBK untuk mengatensi permasalahan warga dapilnya, Dapil IV, meliputi Medan Kota, Medan Amplas, Medan Denai dan Medan Area. 


"Untuk itu kembali kita mengingatkan kepada Dinas PU Kota Medan agar segera membangun drainase di Jalan Menteng VII Gg. Bersama, Kelurahan, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, itu," tegas ayah tiga anak itu mengakhiri. 


[k7 nell]

Share on Google Plus

About GROUP MEDIA KOMPAS7

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar