Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

Home Layout Display

Posts Title Display

404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page


Medan | kompas7.id || Musibah banjir yang kerap melanda hampir seluruh wilayah Kota Medan belum lama ini, dan diperkirakan menelan kerugian berupa harta benda masyarakat, menjadi catatan buruk bagi pemerintah kota Medan.

Karena, hujan deras yang turun hanya berlangsung beberapa saat saja, namun menimbulkan banjir yang merendam banyak rumah warga. Akibat banjir tersebut, banyak aktifitas masyarakat yang terganggu. Hal memicu reaksi dari Anggota DPRD Medan Syaiful Ramadhan.

"Tidak hanya banjir akibat hujan di inti kota, Pemko Medan juga harus mewaspadai gelombang air pasang "rob" yang akan menyerang seluruh kelurahan yang ada di kecamatan Medan Belawan, Kecamatan Medan Labuhan dan Kecamatan Medan Marelan," katanya kepada wartawan melalui telepon WhatsAap nya, Sabtu (4/12/2021).

Politisi Partai PKS yang saat ini duduk di Komisi IV DPRD Medan berharap, dengan Perda RTRW dapat menjadi payung hukum dan panduan dalam pelaksanaan pembangunan Kota Medan. Serta dapat menjawab persoalan yang ada dan mengantisipasi potensi tantangan kedepan, sehingga tercipta Kota Medan yang maju, bersih, bebas macet dan bebas banjir dapat terwujud.

"Tapi hingga Perda RTRW ini disahkan, Kota Medan belum terbebas dari masalah banjir. Harus diingat, bahwa rentang waktu RTRW adalah 20 tahun. Pada tahun 2041 kondisi kota Medan akan jauh berbeda. Pasti ada lonjakan angka penduduk, tingginya angka pencari kerja, pertumbuhan ekonomi dan bisnis dan pembangunan gedung – gedung. Jika tidak diantisipasi sejak dini, maka permasalahan banjir akan semakin parah dan tidak terkendali," pungkasnya. (gandhi) 
Leave A Reply