deskripsi gambar

Diduga Carut Marut Kepengurusan Wartawan Unit Pemko Medan, Aliansi Wartawan C&O Menggugat Dengan Berorasi ke Kantor Wali Kota Medan

 



Medan  ||   kompas7.id   || 

Berdasarkan hal Kebebasan berpendapat/bersuara merupakan hal penting di dalam sebuah negara demokrasi, termasuk Indonesia. Pemerintah telah menjamin kebebasan berpendapat dengan mengeluarkan sejumlah peraturan perundang-undangan sebagai payung hukumnya diantaranya, Pasal 28E Ayat 3 yang berbunyi, Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. Lalu dipertegas dengan UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Kemudian diatur secara khusus dalam UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Mengemukakan Berpendapat di Muka Umum. 


Oleh sebab itu, Aliansi Wartawan Cetak dan Online Menggugat, menggelar Aksi Damai di depan kantor Wali Kota Medan dengan mengeluarkan hak suara sebanyak 12 point. Dan Aliansi Wartawan Menggugat, meminta Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution agar transparan terkait pengeluaran Dana Anggaran Taktis Wali Kota Medan untuk program UKW dan Study Banding ke Bandung sebesar Rp.400 juta yang urgensinya apa? Dan juga meminta Wali Kota Medan menanggapi aksi damai tersebut yang digelar Aliansi Wartawan, Selasa 27 Desember 2022, Jalan Kapten Maulana Lubis No.01 Medan. 


Terkait Aksi Damai tersebut, Nelly Simamora AMd selaku Koordinator Aksi mengatakan kepada para awak media, bahwa banyaknya dugaan terkait carut marut kepengurusan koordinator wartawan Pemko Medan terpilih, menggugah Nelly Simamora menggelar Aksi Damainya tersebut. 


"Semenjak terpilih ketua koordinator wartawan unit Pemko Medan, Syaiful Deviza, kita merasakan banyak hal hal dugaan yang mengarah ke carut marut kepemimpinan atau kepengurusan terpilih, yang terpilih di awal Desember 2021 kemaren. Diantaranya, salah seorang teman kita wartawan Pemko Medan, RT sakit kena serangan jantung yang di opname di rumah sakit, namun pengurus diduga mengabaikan pemberitahuan les ke anggota lainnya dalam berempati (menyumbang) terkait adanya anggota lain sakit, yang sudah berjalan selama ini," ujar Nelly. 


Nelly juga mengungkapkan bahwa kegiatan unras ini bertujuan untuk membagun medan menjadi lebih baik lagi. Karena selama ini Nelly melihat adanya hal hal kejanggalan makanya hak suara ini pun dikemukakan. "Bukan tidak sering kita ingatkan terkait kejanggalan tersebut, namun hal itu diabaikan," imbuhnya. 


Adapun 12 point tuntutan dan pertanyaan aksi damai oleh Aliansi Wartawan CO Menggugat, di depan kantor Wali Kota Medan diantaranya, 01. Wali Kota Medan, Bobby Afif Nasution diminta Klarifikasi terkait pengeluaran dana anggaran UKW dan Study Banding ke Bandung sebesar Rp.400 juta, Apa Urgensinya hingga dana Taktis Wali Kota Medan itu Dikucurkan?. 02. Peserta UKW diduga banyak diluar dari peserta yang terdaftar di Kominfo Medan, ini menyalahi Kesepakatan bersama. 03. Pengurus terpilih Syaiful Deviza mengadakan Study Banding ke Bandung yang diduga pesertanya pilih kasih. 04. Kepengurusan terpilih Syaiful Deviza diduga tidak dapat menyatukan semua wartawan yang ber-unit di Pemko Medan. 05. Iklan di Dinas Kominfo Medan diduga ditawarkan kepada wartawan yang medianya tidak terdaftar sebagai wartawan Dinas Kominfo dan hasilnya belah Jengkol. 06. Diduga tidak semua wartawan/media unit Pemko Medan yang terdaftar resmi  legalitasnya mendapatkan iklan, terdapat pilih kasih. 07. Hapus perbedaan nilai kliping antar UKW dan yang tidak UKW, karena syarat untuk Itu diduga cacat peraturan. Pengurus Harus buktikan Surat Edaran dari Dewan Pers tahun terbaru dan SE dari Sekda/Wali Kota Medan. 08. Pengurus terpilih Syaiful Deviza diduga diskriminatif terhadap anggota lainnya, seperti RT sakit terkena serangan jantung dan opname di rumah sakit, tidak ada pemberitahuan pengurus untuk Les ke anggota lainnya. 09. Wali Kota Medan diminta mengadakan Coffee Morning untuk menyatukan perbedaan pendapat diantara wartawan unit Pemko Medan. 10. Kadis Kominfo Medan diduga gagal menyerap aspirasi wartawan Pemko yang disinyalir takut kepada bawahan. 11. Wartawan unit Pemko Medan menduga seperti ada anak kandung dan ada anak tiri. 12. Wartawan unit Pemko Medan berharap Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution Amanah kepada jurnalisnya.


"Kita berharap bapak Bobby Afif Nasution selaku Wali Kota Medan amanah dan dapat merangkul semua media/wartawan unit Pemko Medan yang terdaftar dengan sebuah legalitas perusahaan yang lengkap," tambah Nelly kemudian. 


Unras Aliansi Wartawan CO Menggugat, menggelar aksi damai, dengan motto, 'Pantang Kendur Walau Hujan Mengguyur' yang dikawal keras oleh satuan Intel dari unit Polri, Polsek Medan Baru, Polrestabes Medan. Walau dalam keadaan hujan turun, unras ini pun berjalan sukses meskipun pihak Wali Kota atau Pemko Medan tidak ada tanda tanda mengklarifikasi adanya aksi damai tersebut. Ada kemungkinan karena hujan merajai jalanan. So, unras pun membubarkan diri dan tidak lupa pihak kepolisian Polsek Medan Baru Kanit Simanjuntak mengucapkan terima kasih karena aksi damai ini tidak menimbulkan kegaduhan atau anarkis. 


"Terima kasih ibu Nelly Simamora yang menggelar aksi unras damai di kantor Wali Kota Medan dengan kondusif dan tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan," ujar Kanit Intelkam Simanjuntak dari Polsek Medan Baru.

(k7 nell) 

Share on Google Plus

About JurnalisTeamSergapIndonesia

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar