Gubernur Edy Rahmayadi Berharap Persaudaraan dengan Malaysia Hadirkan Ilmu Bermanfaat

 

Foto : Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menghadiri International Conference on Dakwah and Usuluddin (ICODUS) yang diselenggarakan oleh Korps Alumin Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Aula Raja Inal Siregar, lantai 2 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No. 30 Medan. 

 


Sumut  ||   Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi berharap hubungan persaudaraan serumpun antara Indonesia dan Malaysia menghadirkan kebaikan, khususnya ilmu yang bermanfaat bagi umat. Apalagi sebuah pertemuan silaturahmi dalam menguatkan ukuwah dua negara tetangga.

 

Hal itu disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi pada acara International Conference on Dakwah and Usuluddin 2023, Muhibah dan Kuliah Tasawuf bertema Sucikan Hati Jelang Bulan Suci, Pendekatan Tasawuf Islami, di Aula RIS Kantor Gubernur, Selasa (28/2). Hadir di antaranya Tuan Guru Syaikh Jahid bin Sidek Al-Khalidi dari tarekat Naqsabandiyah Malaysia, Ketua Majelis Wilayah Koprs Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) Sumut Rusdi Lubis, Ustaz Zulfikar Hajar, Ustaz Amiruddin, Ustaz Abdul Latif Khan, serta seratusan tamu dari negeri jiran Malaysia.

 

Dalam sambutannya, Gubernur menyambut para tamu dengan ucapan Ahlan wa Sahlan, sebagai tanda hormat selaku tuan rumah. Menurutnya, antara dua negara tetangga yakni Indonesia dan Malaysia, sejatinya merupakan bangsa yang serumpun, yakni Melayu. Apalagi Sumut yang jaraknya dekat dengan negeri jiran itu.

 

“Ombak yang datang bawa berita. Di dalam ombak dikirim pesan, Bukanlah jauh selat Malaka. Hanya sebatas jarak pandangan,” ucapan Gubernur dengan pantun sebagai tanda selamat datang.

 

Dari pertemuan tersebut, Gubernur menilai bahwa selain silaturahmi, konferensi ini juga dapat menghadirkan ilmu yang bermanfaat bagi semua. Sehingga ia berharap persaudaraan yang terjalin selama ini, akan terus terpelihara dengan baik.

 

“Saya hampir tak tahu bedanya, mana orang Indonesia dan mana orang Malaysia. Karena kita ini masih serumpun. Artinya kita dahulunya masih bersatu. Begitu masuk colonial (penjajahan), jadi memisahkan kita. Tetapi kita tetap bersaudara,” sebutnya.

 

Terkait konferensi tersebut, Gubernur mengatakan bahwa ada banyak terapan ilmu tasawuf di Indonesia. Bagaimana seseorang bisa lebih mendekatkan diri kepada Sang Khalik, serta mulai meninggalkan kepentingan duniawi. Namun kesemuanya itu, merupakan langkah jihad untuk memperkuat Agama Allah.

 

“Saya sangat berharap panggilan untuk persatuan umat dalam rangka menegakkan jalan Allah, ini yang sangat saya harapkan. Dan bagaimana kita saling bertukar fikiran. Sekali lagi, selamat datang,” katanya.

 

Sementara Ketua MW Kahmi Sumut, Rusdi Lubis menyampaikan terima kasih kepada Gubernur yang telah memfasilitasi kegaitan konferensi antar negara tersebut. Setidaknya ada 160 orang dari Malaysia yang hadir di acara itu.

 

“Semoga atas kehadiran mereka, kita mendapat keberkahan di kemudian hari. Sebagaimana pesan hadits, yang kita kejar adalah bagaimana menjadi sukses dan bermanfaat. Sebab sebaik-baik manusia, adalah yang paling bermanfaat bagi manusia. Ayo kita mencari manfaat dari sini, termasuk mencari pemimpin,” pungkasnya.

 

Usai sambutan, Gubernur pun bertukar cendera mata dengan Tarekat Naqsabandiyah Malaysia. Selain itu, juga ada penyerahan buku Tafsir Inspirasi kepada para tamu undangan yang harid. Serta dilanjutkan makan malam bersama. 



[k7 nell]  




Share on Google Plus

About GROUP MEDIA KOMPAS7

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar